TEORI
TEORI ATOM dan PENEMUNYA
1.
John Dalton
Model atom John Dalton
John Dalton (6 September 1766-27 Juli 1844) adalah seorang fisikawan dari Inggris. Lahir di Eaglesfield, dekat Cockermouth di Cumberland.
Teori :
1. Materi tersusun atas partikel-partikel sangat kecil yang tidak dapat terbagi
lagi yang disebut ATOM
2.Atom penyusun suatu unsur berbeda dengan atom penyusun unsur yang
lain. Atom dari 1 unsur mempunyai kesamaan massa dan sifat.
3.Atom unsur yang berbeda dapat bergabung satu dengan yang lain dengan
perbandingan sederhana membentuk suatu SENYAWA.
4.Reaksi kimia berlangsung jika atom-atom dipisahkan, digabungkan atau
ditata ulang. Atom satu unsur tidak dapat diubah menjadi atom unsur lain
melalui reaksi kimia.
Keunggulan :
Mulai membangkitkan minat terhadap
penelitian mengenai model atom
Kelemahan :
Tidak menerangkan hubungan antara larutan senyawa dan daya hantar arus listrik, jika atom merupakan bagian terkecil dari suatu unsur dan tidak dapat dibagi lagi
Eksperimen :
Mula-mula tinggi cairan merkuri dalam wadah yang berisi udara adalah A, tetapi setelah beberapa hari merkuri naik ke B dan ketinggian ini tetap. Beda tinggi A dan B menyatakan volume udara yang digunakan oleh merkuri dalam pembentukan bubuk merah (merkuri oksida). Untuk menguji fakta ini, Lavoisier mengumpulkan merkuri oksida, kemudian dipanaskan lagi. Bubuk merah ini akan terurai menjadi cairan merkuri dan sejumlah volume gas (oksigen) yang jumlahnya sama dengan udara yang dibutuhkan dalam percobaan pertama.
2.
J.J
Thomson
Model atom J.J. Thomson
J.J.Thomson (18 Desember 1856-30 Agustus 1940). Lahir di Creetham Hill, pinggiran kota Manchester.
Teori :
Dalam atom terdapat electron electron yang tersebar secara merata dalam bola bermuatan positif
Teori :
Dalam atom terdapat electron electron yang tersebar secara merata dalam bola bermuatan positif
Keunggulan :
Membuktikan adanya partikel lain
yang bermuatan negatif dalam atom. Berarti atom bukan merupakan bagian terkecil
dari suatu unsur. Selain itu juga memastikan bahwa atom tersusun dari partikel
yang bermuatan positif dan negatif untuk membentuk atom netral. Juga
membuktikan bahwa elektron terdapat dalam semua unsur.
Kelemahan :
Belum dapat menerangkan bagaimana
susunan muatan positif dalam bola dan jumlah elektron
Eksperimen :
Percobaan tabung sinar katoda
pertama kali dilakukan William Crookes (1875). Hasil eksperimennya adalah
ditemukannya seberkas sinar yang muncul dari arah katoda menuju ke anoda yang
disebut sinar katoda. Joseph John Thomson (1897) melanjutkan eksperimen William
Crookes yaitu pengaruh medan listrik dan medan magnet dalam tabung sinar
katoda.
Hasil percobaannya membuktikan bahwa
ada partikel bermuatan negatif dalam suatu atom karena sinar tersebut dapat
dibelokkan ke arah kutub positif medan listrik. berdasarkan besarnya simpangan
sinar katode dalam medan listrik, Thomson dapat menentukan nisbah muatan
terhadap massa (nilai e/m) dari partikel sinar katode sebesar 1.76 x 108
Coulomb/gram
3.
Rutherford
Model atom Rutherford
Rutherford (30 Agustus 1871-19 Oktober 1937). Lahir di Nelson, Selandia
Baru.
Teori :
1. Atom terdiri dari inti atom yang sangat kecil dengan muatan positif yang massanya merupakan massa
Teori :
1. Atom terdiri dari inti atom yang sangat kecil dengan muatan positif yang massanya merupakan massa
atom tersebut
2. Elektron-elektron dalam atom bergerak mengelilingi inti tersebut
3. Banyaknya elektron dalam atom sama dengan banyaknya proton di dalam inti dan ini sesuai dengan
2. Elektron-elektron dalam atom bergerak mengelilingi inti tersebut
3. Banyaknya elektron dalam atom sama dengan banyaknya proton di dalam inti dan ini sesuai dengan
nomor atomnya.
Keunggulan :
Membuat hipotesa bahwa atom tersusun
dari inti atom dan elektron yang mengelilingi inti.
Kelemahan :
Model tersebut tidak dapat
menerangkan mengapa elektron tidak pernah jatuh ke dalam inti sesuai dengan
teori fisika klasik.
Eksperimen :
Eksperimen Rutherford pada tahun
1910 dikenal dengan percobaan hamburan partikel alfa. Partikel alfa yang
berasal dari ion He bermuatan positif dari sumber radioaktif ditembbakkan
melalui lempeng/lembaran emas (Au foil) yang sangat tipis. layar fluresen
ditempatkan di belakang Au foil yang sangat tipis. Layar ini ditempatkan di
belakang Au foil untuk mendeteksi hamburan (scattering) partikel alfa.
Partikel alfa adalah partikel bermuatan
positif . Oleh karena itu, pantulan partikel alfa dengan sudut pantul lebih
besar dari 90 hanya mungkin disebabkan adanya tumbukan antara partikel alfa
dengan suatu partikel yang memiliki kerapatan sangat tinggi dan bermuatan
sejenis (positif). Akibatnya, partikel alfa yang menuju kepada partikel itu
akan dibelokkan arahnya karena adanya penolakan muatan yang sama. Gejala ini
menurut Rutherford, akibat adanya suatu partikel yang merupakan inti dari
lempeng tipis logam yang dijadikan target.
Gejala lain yang diamati adalah hanya sebagian kecil dari partikel alfa yang dipantulkan, umumnya partikel alfa diteruskan. Gejala ini menurutnya, menunjukkan bahwa bagian terbesar dari atom-atom logam dijadikan tabir merupakan
Gejala lain yang diamati adalah hanya sebagian kecil dari partikel alfa yang dipantulkan, umumnya partikel alfa diteruskan. Gejala ini menurutnya, menunjukkan bahwa bagian terbesar dari atom-atom logam dijadikan tabir merupakan
4.
Niels Bohr
Model
atom Niels Bohr
Niels Bohr (7 Oktober 1885-18 November 1962. Lahir di Kopenhagen,
Denmark.
Teori :
Teori :
1.Dalam atom terdapat
lintasan-lintasan tertentu tempat electron mengorbit inti tanpa disertai
pemancaran atau penyerapan energi. Lintasan itu disebut juga kulit atom, adalah
orbit berbentuk lingkaran dengan jari jari tertentu. Tiap lintasan ditandai
dengan suatu bilangan bulat yang disebut dengan bilangan kuantum utama(n),
mulai dari 1, 2, 3, dst…yang dinyatakan dengan lambing K, L, M, N,…dst
Makin besar harga n, makin jauh jaraka ke inti, makin besar electron yang mengorbit pada lintasan itu.
2.Electron hanya boleh berada pada lintasan-lintasan yang diperbolehkan (lintasan yang ada), dan tidak boleh berada diantara dua lintasan. Lintasan yang akan ditempati oleh electron bergantung pada energinya. Pada keadaan normal electron akan berada pada tingkat energi terendah. Keadaan seperti itu dinamakan tingkat dasar (ground state)
3.Electron dapat berpindah dari suatu lintasan ke lintasan yang lain disertai pemancaran atau penyerapan sejumlah energi tertentu. Perpindahan electron ke kulit lebih luar akan disertai penyerapan energi. Sebaliknya.
Makin besar harga n, makin jauh jaraka ke inti, makin besar electron yang mengorbit pada lintasan itu.
2.Electron hanya boleh berada pada lintasan-lintasan yang diperbolehkan (lintasan yang ada), dan tidak boleh berada diantara dua lintasan. Lintasan yang akan ditempati oleh electron bergantung pada energinya. Pada keadaan normal electron akan berada pada tingkat energi terendah. Keadaan seperti itu dinamakan tingkat dasar (ground state)
3.Electron dapat berpindah dari suatu lintasan ke lintasan yang lain disertai pemancaran atau penyerapan sejumlah energi tertentu. Perpindahan electron ke kulit lebih luar akan disertai penyerapan energi. Sebaliknya.
Keunggulan :
Mampu membuktikan adanya lintasan
elektron untuk atom hydrogen
Kelemahan :
Hanya dapat menerangkan atom-atom
yang memiliki elektron tunggal seperti gas hidrogen, tetapi tidak dapat
menerangkan spektrum warna dari atom-atom yang memiliki banyak electron
Eksperimen :
Di awal abad 20 percobaan oleh
Ernest rutherford telah dapat menunjukkan bahwa atom terdiri dari sebentuk awan
difus elektron bermuatan negatif mengelilingi inti yang kecil, padat, dan
bermuatan positif. Berdasarkan data percobaan ini, sangat wajar jika fisikawan
kemudian membayangkan sebuah model sistem keplanetan yang diterapkan pada atom,
model Rtherford tahun 1911, dengan elektron-elektron mengorbit inti seperti
layaknya planet mengorbit matahari. Namun demikian, model sistem keplanetan
untuk atom menemui beberapa kesulitan. Sebagai contoh, hukum mekanika klasik
(Newtonian) memprediksi bahwa elektron akan melepas radiasi elektromagnetik
ketika sedang mengorbit inti. Karena dalam pelepasan tersebut elektron
kehilangan energi, maka lama-kelamaan akan jatuh secara spiral menuju ke inti.
Ketika ini terjadi, frekuensi radiasi elektromagnetik yang dipancarkan akan
berubah. Namun percobaan pada akhir abad 19 menunjukkan bahwa loncatan bunga
api listrik yang dilalukan dalam suatu gas bertekanan rendah di dalam sebuah
tabung hampa akan membuat atom-atom gas memancarkan cahaya (yang berarti
radiasi elektromagnetik) dalam frekuensi-frekuensi tetap yang diskret.











Tidak ada komentar:
Posting Komentar